A CUP OF TIPS TO START UP THE DAY
LESSON 1
A junior manager, a senior manager and their boss are on their way to a meeting. On their way through a park, they come across a wonder lamp. They rub the lamp and a ghost appears. The ghost says, "Normally, one is granted three wishes but as you are three, I will allow one wish each" So the eager senior manager shouted, "I want the first wish. I want to be in the Bahamas, on a fast boat and have no worries." Pfufffff. and he was gone. Now the junior manager could not keep quiet and shouted "I want to be In Florida with beautiful girls, plenty of food and cocktails." Pfufffff. And he was also gone. The boss calmly said, "I want these two idiots back in the office after lunch at 12.35pm."
MORAL OF THE STORY IS: "ALWAYS ALLOW THE BOSS TO SPEAK FIRST"
A CUP OF TIPS TO START UP THE DAY
LESSON 1
A junior manager, a senior manager and their boss are on their way to a meeting. On their way through a park, they come across a wonder lamp. They rub the lamp and a ghost appears. The ghost says, "Normally, one is granted three wishes but as you are three, I will allow one wish each" So the eager senior manager shouted, "I want the first wish. I want to be in the Bahamas, on a fast boat and have no worries." Pfufffff. and he was gone. Now the junior manager could not keep quiet and shouted "I want to be In Florida with beautiful girls, plenty of food and cocktails." Pfufffff. And he was also gone. The boss calmly said, "I want these two idiots back in the office after lunch at 12.35pm."
MORAL OF THE STORY IS: "ALWAYS ALLOW THE BOSS TO SPEAK FIRST"
LESSON 2
Standing in front of a shredder with a piece of paper in his hand, "Listen," said the CEO, "this is a very sensitive and important document, and my secretary has left. Can you make this thing work?"
"Certainly," said the young executive. He turned the machine on, inserted the paper, and pressed the start button. "Excellent, excellent!" said the CEO as his paper disappeared inside the shredder machine. "I just need one copy."
LESSON II: "NEVER, NEVER ASSUME THAT YOUR BOSS KNOWS EVERYTHING"
LESSON 3
An American and a Japanese were sitting on the plane on the way to LA When the American turned to the Japanese and asked, "What kind of –ese are you?" The Japanese confused, replied, "Sorry but I don't understand what you mean." The American repeated, "What kind of -ese are you?" Again, the Japanese was confused over he question. The American, now irritated, then yelled, "What kind of -ese are you ... Are you a Chinese, Japanese, Vietnamese!, etc......???"
The Japanese then replied, "Oh, I am a Japanese."
A while later the Japanese turned to the American and asked What kind Of 'key' was he.
The American, frustrated, yelled, "What do you mean what kind of -kee'am I ?!" The Japanese said, "Are you a Yankee, donkee, or monkee?"
LESSON III: "NEVER INSULT ANYONE"
LESSON 4
There were these 4 guys, a Russian, a German, an American and a French, who found this small genie bottle. When they rubbed the bottle, a genie appeared. Thankful that the 4 guys had released him out of the bottle, she said, "Next to you all are 4 swimming pools, I will give each of you A wish. When you run towards the pool and jump, you shout what you want the pool of water to become, then your wish will come true." The French wanted to start. He ran towards the pool, jumped and shouted, "WINE". The pool immediately changed into a pool of wine. The Frenchman was so happy swimming and drinking from the pool.
Next is the Russian's turn, he did the same and shouted, "VODKA" and immersed himself into a pool of vodka. The German was next and he jumped and shouted, "BEER". He was so Contented with his beer pool.
The last is the American. He was running towards the pool when suddenly He steps on a banana peel. He slipped towards the pool and shouted, "SHIT!!!!!!!........."
LESSON IV: "THINK TWICE BEFORE YOU SAY SOMETHING, BECAUSE SOMETIMES ACCIDENTS DO HAPPEN"
LESSON 5
The organs of the body were having a meeting, trying to decide who was In charge. Each organ took a turn to speak up: Brain......... I should be in charge because I run all body functions.
Blood........ I should be in charge because I circulate oxygen for the brain. Stomach... I should be in charge because I process food to the brain. Legs......... I should be in charge because I take the brain where it Wants to go. Eyes......... I should be in charge because I let the brain see where
it's going. Asshole.....I should be in charge because I get rid of your waste. All the other parts laughed so hard and this made the asshole very mad. To prove his point, the asshole immediately slammed tightly closed and Stayed that way for 6 days, refusing to rid the body of any waste
whatsoever.
Day 1 - Brain got a terrible headache and cried out for relief
Day 2 - Stomach got bloated and began to ache terribly
Day 3 - Legs got cramps and became unstable
Day 4 - Eyes became watery and vision became blurred
Day 5 - Blood became toxic and poisoned the body
Day 6 -The other organs agreed to let the asshole be in charge.
MORAL OF THE STORY: "NO MATTER WHO YOU ARE, OR HOW IMPORTANT YOU THINK YOU ARE, YOU WILL FIND THAT IT IS ALWAYS THE ASSHOLE THAT IS IN CHARGE" J
Happy working!
welcome home
Selamat datang, kami mendapat kehormatan ketika rekan2 masuk dan melihat blog ini, didalam dunia dimana semua orang berbicara tentang keinginan mereka untuk meningkatkan berbagai aspek dalam hidup mereka (dimana kebanyakan dari mereka tetap dalam rutinitas hidup mereka), dan rekan2 adalah seorang yang jarang ada, karna rekan2 mengambil tindakan!
Tujuan kami adalah menyediakan informasi dan ketrampilan yang akan secara signifikan meningkatkan kualitas hidup anda.
Agar bisa memanfaatkan waktu secara maksimal, anda harus memutuskan 3 hal ini : 1. menyerap informasi penting yang disampaikan , 2. memberdayakan kemampuan anda sendiri untuk menciptakan perubahan dalam semua aspek hidup anda melalui usaha yg penuh disiplin, 3. selalu menikmati diri!
Ambil keputusan sekarang juga untuk membuat diri anda berdaya serta bertanggung jawab untuk pencapaian maksimum, ingat sumber dan segala alat bantu tidak akan menciptakan perubahan--- anda yang melakukan perubahan tersebut.
hormat saya,
masters of change
Kamis, 20 November 2008
Tips for Today
Rabu, 19 November 2008
Sebuah Kisah yang Indah
Jerry adalah seorang manager restoran di Amerika. Dia selalu dalam
semangat yang baik dan selalu punya hal positif untuk dikatakan.
Jika seseorang bertanya kepadanya tentang apa yang sedang dia kerjakan,
dia akan selalu menjawab, " Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih
suka menjadi orang kembar!"
Banyak pelayan di restorannya keluar jika Jerry pindah kerja,
sehingga mereka dapat tetap mengikutinya dari satu restoran ke restoran
yang lain.
Alasan mengapa para pelayan restoran tersebut keluar mengikuti Jerry
adalah karena sikapnya.
Jerry adalah seorang motivator alami. jika karyawannya sedang
mengalami hari yang buruk, dia selalu ada di sana , memberitahu karyawan
tersebut bagaimana melihat sisi positif dari situasi yang tengah dialamai.
Jerry adalah seorang manager restoran di Amerika. Dia selalu dalam
semangat yang baik dan selalu punya hal positif untuk dikatakan.
Jika seseorang bertanya kepadanya tentang apa yang sedang dia kerjakan,
dia akan selalu menjawab, " Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih
suka menjadi orang kembar!"
Banyak pelayan di restorannya keluar jika Jerry pindah kerja,
sehingga mereka dapat tetap mengikutinya dari satu restoran ke restoran
yang lain.
Alasan mengapa para pelayan restoran tersebut keluar mengikuti Jerry
adalah karena sikapnya.
Jerry adalah seorang motivator alami. jika karyawannya sedang
mengalami hari yang buruk, dia selalu ada di sana , memberitahu karyawan
tersebut bagaimana melihat sisi positif dari situasi yang tengah dialamai.
Melihat gaya tersebut benar-benar membuat aku penasaran, jadi suatu
hari aku temui Jerry dan bertanya padanya, "Aku tidak mengerti! Tidak
mungkin seseorang menjadi orang yang berpikiran positif sepanjang waktu.
Bagaimana kamu dapat melakukannya? " Jerry menjawab, "Tiap pagi aku bangun
dan berkata pada diriku, aku punya dua pilihan hari ini. Aku dapat memilih
untuk ada di dalam suasana yang baik atau memilih dalam suasana yang
jelek. Aku selalu memilih dalam suasana yang baik. Tiap kali sesuatu
terjadi, aku dapat memilih untuk menjadi korban atau aku belajar dari
kejadian itu. Aku selalu memilih belajar dari hal itu. Setiap ada sesorang
menyampaikan keluhan, aku dapat memilih untuk menerima keluhan mereka atau
aku dapat mengambil sisi positifnya.. Aku selalu memilih sisi positifnya."
"Tetapi tidak selalu semudah itu," protesku. "Ya, memang begitu,"
kata Jerry, "Hidup adalah sebuah pilihan. Saat kamu membuang seluruh
masalah, setiap keadaan adalah sebuah pilihan. Kamu memilih bagaimana
bereaksi terhadap semua keadaan.
Kamu memilih bagaimana orang-orang disekelilingmu terpengaruh oleh
keadaanmu.
Kamu memilih untuk ada dalam keadaan yang baik atau buruk. Itu
adalah pilihanmu, bagaimana kamu hidup."
Beberapa tahun kemudian, aku dengar Jerry mengalami musibah yang tak
pernah terpikirkan terjadi dalam bisnis restoran: membiarkan pintu
belakang tidak terkunci pada suatu pagi dan dirampok oleh tiga orang
bersenjata.
Saat mencoba membuka brankas, tangannya gemetaran karena gugup dan salah
memutar nomor kombinasi. Para perampok panik dan menembaknya. Untungnya,
Jerry cepat ditemukan dan segera dibawa ke rumah sakit.
Setelah menjalani operasi selama 18 jam dan seminggu perawatan
intensif, Jerry dapat meninggalkan rumah sakit dengan beberapa bagian
peluru masih berada di dalam tubuhnya. Aku melihat Jerry enam bulan
setelah musibah tersebut.
Saat aku tanya Jerry bagaimana keadaannya, dia menjawab, "Jika aku
dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar. Mau melihat
bekas luka-lukaku? " Aku menunduk untuk melihat luka-lukanya, tetapi aku
masih juga bertanya apa yang dia pikirkan saat terjadinya perampokan.
"Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah bahwa aku harus
mengunci pintu belakang," jawab Jerry. "Kemudian setelah mereka
menembak dan aku tergeletak di lantai, aku ingat bahwa aku punya dua
pilihan: aku dapat memilih untuk hidup atau mati. Aku memilih untuk
hidup."
"Apakah kamu tidak takut?" tanyaku. Jerry melanjutkan, " Para ahli
medisnya hebat. Mereka terus berkata bahwa aku akan sembuh. Tapi
saat mereka mendorongku ke ruang gawat darurat dan melihat ekspresi wajah
para dokter dan suster aku jadi takut. Mata mereka berkata 'Orang ini akan
mati'. Aku tahu aku harus mengambil tindakan."
"Apa yang kamu lakukan?" tanya saya. "Disana ada suster gemuk yang
bertanya padaku," kata Jerry. "Dia bertanya apakah aku punya alergi.
'Ya' jawabku..
Para dokter dan suster berhenti bekerja dan mereka menunggu jawabanku.
Aku menarik nafas dalam-dalam dan berteriak, 'Peluru!' Ditengah tertawa
mereka aku katakan, ' Aku memilih untuk hidup. Tolong aku dioperasi
sebagai orang hidup, bukan orang mati'."
Jerry dapat hidup karena keahlian para dokter, tetapi juga karena
sikapnya hidupnya yang mengagumkan. Aku belajar dari dia bahwa tiap
hari kamu dapat memilih apakah kamu akan menikmati hidupmu atau
membencinya.
Satu hal yang benar-benar milikmu yang tidak bisa dikontrol oleh orang
lain adalah sikap hidupmu, sehingga jika kamu bisa mengendalikannya dan
segala hal dalam hidup akan jadi lebih mudah.
Selasa, 18 November 2008
SAYA PERNAH DATANG DAN SAYA SANGAT PENURUT
Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola
mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu
dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kata
terakhir yang ia tinggalkan adalah saya pernah datang dan saya sangat
penurut.
Anak ini rela melepasakan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah
memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari
perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dan membagi dana tersebut menjadi
tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang
berjuang menghadapi kematian. Dan dia rela melepaskan pengobatannya.
Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola
mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu
dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kata
terakhir yang ia tinggalkan adalah saya pernah datang dan saya sangat
penurut.
Anak ini rela melepasakan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah
memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari
perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dan membagi dana tersebut menjadi
tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang
berjuang menghadapi kematian. Dan dia rela melepaskan pengobatannya.
Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya.
Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30
tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu,
kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. Karena miskin, maka selama ini ia
tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil
ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya. Pada tanggal
30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya
menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya
menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan
anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November
jam 12.
Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai
melemah. Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya,
maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk
bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, "saya makan apa, maka
kamu juga ikut apa yang saya makan". Kemudian papanya memberikan dia nama
Yu Yan.
Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan
seorang anak, tidak ada Asi dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya
mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari
kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini
sangat penurut dan sangat patuh. Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh
dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para
tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering
sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan
kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa.
Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur
lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci
baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan
baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki
sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga
ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus
menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi
sedih dan marah.
Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti,
harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat
papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak
pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal
yang lucu yang terjadi di sekolahnya di ceritakan kepada papanya.
Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah
untuk menguji papanya.
Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia.
Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa
hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia.
Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu
pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya
sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan
berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga
papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya
dari bekas suntikan itu juga mengerluarkan darah dan tidak mau berhenti.
Dipahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah. Dokter tersebut
menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa.
Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian
sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa
duduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang
keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi
lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom
kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai
sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang
keluar dari hidung Yu Yuan.
Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk
diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena
Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan
biaya sebesar 300.000 $. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang
terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu
niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang
kesanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah
sedikit. Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang
merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam
waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.
Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus. Dalam
hati Yu Yuan merasa sedih. Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya,
air mata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. "Papa saya
ingin mati". Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, "Kamu
baru berumur 8 tahun kenapa mau mati". "Saya adalah anak yang dipungut,
semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan
penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini."
Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf,
menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur
delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan
pemakamannya sendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah,
Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu
meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan
berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: "Setelah saya tidak ada,
kalau papa merindukan saya lihatlah melihat foto ini". Hari kedua, papanya
menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu
Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu
rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba
dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah
studio foto. Yu Yuan kemudia memakai baju barunya dengan pose secantik
mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada
akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau
bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng
Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan
hilang ditiup angin.
Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian
menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara
detail. Cerita tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamakannya
sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak
orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu
kota sampai satu Negara bahkan sampai keseluruh dunia. Mereka mengirim
email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini". Dunia yang
damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang.
Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese didunia
saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi.
Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua
orang.
Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus
mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter sudah
ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan
juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan.
Ada seorang teman di-email bahkan menulis: "Yu Yuan anakku yang tercinta
saya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya
mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar
dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta."
Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan
menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang sudah
terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk
terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat
menderita didalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian
berbaring di ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua
orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam
perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat. Pada
permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah
mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang
belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak
menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu
yuan yang dari dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat
kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan
untuk menjadi anak perermpuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak
terbendung.
Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu
memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu,
Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, "Anak yang
baik". Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana
Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk
menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email.
Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah
berjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan
dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih
dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun
menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.
Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah
menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain.
Fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut
fisik Yu Yuan semakin lemah.
Pada tanggal 20 agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: "Tante
kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada
wartawan tersebut. Wartawan tersebut menjawab, karena mereka semua adalah
orang yang baik hati". Yu Yuan kemudia berkata : "Tante saya juga mau
menjadi orang yang baik hati". Wartawan itupun menjawab, "Kamu memang
orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah
menjadi semakin baik". Yu yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah
buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. "Tante ini adalah surat wasiat
saya."
Fu yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yu
Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri. Ini adalah
seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah
kematian dan diatas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi
menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan
selamat tinggal tante Fu Yuan.
Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada
sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam belas
sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Tolong,.......
Dan dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada
orang- orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar.
"Sampai jumpa tante, kita
berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana
pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakana ini juga
pada pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu
dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas
sembuh". Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang
membasahi pipinya.
Saya pernah datang, saya sangat patuh, demikianlah kata-kata yang keluar
dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan
dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa
mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula mulanya berusaha mencuri
makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat
pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun
secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer
darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan
para perawat pun ikut menangis. Semua orang ingin membantu meringankan
pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa
membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut
akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima
kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air.
Sungguh telah pergi kedunia lain.
Dikecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar
kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita
dengan karangan bunga yang ditumupuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda
berkata dengan pelan "Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil
diatas langit, kepakanlah kedua sayapmu. Terbanglah..............."
demikian kata-kata dari seorang pemuda
tersebut.
Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan
gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis
mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu Yuan yang tidak
dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena
leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain,
maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan
kepergian Yu Yuan.
Didepan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa.
Diatas batu nisannya tertulis, "Aku pernah datang dan aku sangat patuh"
(30 nov 1996- 22 agus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat
riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup
telah menerima kehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis kecilku,
nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu.
Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan
kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima
bantuan dana Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu,
Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua
berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang
berjuang melawan kematian.
Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu
Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang
mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. "Saya telah menerima
bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang
melihat kami diatas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga
akan mengukirnya dengan kata-kata "Aku pernah datang dan aku sangat patuh".
Kesimpulan:
Demikianlah sebuah kisah yang sangat menggugah hati kita. Seorang anak
kecil yang berjuang bertahan hidup dan akhirnya harus menghadapi kematian
akibat sakit yang dideritanya. Dengan kepolosan dan ketulusan serta
baktinya kepada orang tuanya, akhirnya mendapatkan respon yang luar biasa
dari kalangan Dunia. Walaupun hidup serba kekuarangan, Dia bisa memberikan
kasihnya terhadap sesama. Inilah contoh yang seharusnya kita pun mampu
melakukan hal yang sama, berbuat sesuatu yang bermakna bagi sesama,
memberikan sedikit kehangatan dan perhatian kepada orang yang membutuhkan.
Pribadi dan hati seperti inilah yang dinamakan pribadi seorang Pengasih.
Senin, 17 November 2008
Cerita Tentang Kebosanan
Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.
Tamu :"Sebenarnya apa itu perasaan 'bosan', pak tua?"
Pak Tua :
"Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu."
Tamu :"Kenapa kita merasa bosan?"
Pak Tua :"Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki."
Tamu :"Bagaimana menghilangkan kebosanan?"
Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.
Tamu :"Sebenarnya apa itu perasaan 'bosan', pak tua?"
Pak Tua :
"Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu."
Tamu :"Kenapa kita merasa bosan?"
Pak Tua :"Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki."
Tamu :"Bagaimana menghilangkan kebosanan?"
Pak Tua : "Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya."
Tamu :"Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?"
Pak Tua:"Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?"
Tamu :"Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua."
Pak Tua :"Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang."
Tamu: "Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?"
Pak Tua :
"Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya."
Lalu Tamu itu pun pergi.
Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.
Tamu :"Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?"
Pak Tua :"Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan."
Tamu :"Contohnya? "
Pak Tua :"Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu."
Lalu Tamu itu pun pergi.
Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.
Tamu :
"Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain
sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaibanpun terjadi.
Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?"
Sambil tersenyum Pak Tua berkata:
"Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan. Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan. Segala sesuatu berasal dari pikiran. Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria."
Berpikir sukses menjadikan kamu ........?
Minggu, 16 November 2008
Singapore Paradox
Anda adalah seorang pengusaha Indonesia. Anda telah menyuap pejabat bank
negara untuk mendapatkan 200 juta dollar Amerika Serikat tanpa jaminan
memadai, atau analisa risiko, untuk sebuah bisnis yang Anda tahu tak akan
bisa berjalan. Aparat penegak hukum mengetahui hal ini dan Anda dihadapkan
kepada ancaman penahanan. Anda harus lari ke tempat di mana aparat hukum
tak
akan bisa menyentuh Anda. Ke mana? Singapura. Mengapa? Karena Singapura
hanya setengah jam terbang (seharusnya satu jam lebih sedikit) dari
Jakarta,
atau 45 menit dengan ferry dari Batam, dan yang terpenting Singapura tidak
memiliki perjanjian ekstradisi dengan Indonesia".
Itulah awal tulisan Michael Backman di harian The Age (Melbourne,
26/7/2006)
yang terkesan amat ironis dan penuh sinisme. Bayangkan Singapura, sebuah
negara pulau yang amat maju, serba teratur, dan diperintah oleh supremasi
hukum, tiba-tiba digambarkan sebagai tempat parkir uang-uang haram dari
Indonesia.
Anda adalah seorang pengusaha Indonesia. Anda telah menyuap pejabat bank
negara untuk mendapatkan 200 juta dollar Amerika Serikat tanpa jaminan
memadai, atau analisa risiko, untuk sebuah bisnis yang Anda tahu tak akan
bisa berjalan. Aparat penegak hukum mengetahui hal ini dan Anda dihadapkan
kepada ancaman penahanan. Anda harus lari ke tempat di mana aparat hukum
tak
akan bisa menyentuh Anda. Ke mana? Singapura. Mengapa? Karena Singapura
hanya setengah jam terbang (seharusnya satu jam lebih sedikit) dari
Jakarta,
atau 45 menit dengan ferry dari Batam, dan yang terpenting Singapura tidak
memiliki perjanjian ekstradisi dengan Indonesia".
Itulah awal tulisan Michael Backman di harian The Age (Melbourne,
26/7/2006)
yang terkesan amat ironis dan penuh sinisme. Bayangkan Singapura, sebuah
negara pulau yang amat maju, serba teratur, dan diperintah oleh supremasi
hukum, tiba-tiba digambarkan sebagai tempat parkir uang-uang haram dari
Indonesia.
Tulisan ini tak enak dibaca, dan muka mantan Perdana Menteri Lee Kuan Yew
merah padam menahan marah. Pertanyaannya, sejauh mana Michael Backman
benar?
*Bersih dari korupsi*
Jika melihat data dari Corruption Perception Index (CPI) yang diterbitkan
Transparency International setiap tahun, terlihat, Singapura termasuk
negara
paling bersih dari korupsi bersama sejumlah negara Skandinavia. Tahun
2005,
misalnya, survei Transparency International menempatkan Singapura sebagai
negara nomor lima paling bersih dengan score 9,4.
Rentang score yang digunakan survei Transparency International adalah
0-10,
angka 10 untuk negara zero corruption dan angka 0 untuk negara paling
korup.
Score 9,4 adalah yang amat bagus mendekati sempurna, dan menjadi daya
tarik
bagi pengusaha dan mereka yang ingin menabungkan uangnya di bank-bank
Singapura. Kerahasiaan bank terjamin dan aman. Tidak heran jika Singapura,
negara berpenduduk sekitar 4,5 juta jiwa dengan produk domestik bruto
(GDP)
sekitar 132 miliar dollar AS, menjadi pusat keuangan dan bisnis regional
yang maju pesat, hadir sebagai saingan baru bagi pusat keuangan mapan
seperti Hongkong dan Swiss.
Jika meneliti konglomerasi Indonesia dan dunia, terlihat banyak sekali
regional headquarters berdomisili di Singapura, dan uang pun mengalir ke
sana. Proses pengambilan keputusan pun akhirnya banyak dilakukan di
Singapura, menyebabkan lalu lintas ke dan dari Singapura menjadi amat
padat.
Lihat, pesawat Jakarta-Singapura setiap hari padat penumpang.
Maka, bagi publik, terutama pengusaha, Singapura adalah negara yang amat
maju, teratur, bersih dari korupsi, dan dituntun oleh Rule of Law. Lembaga
pengadilan amat mandiri, independen, dan tanpa korupsi. Putusan pengadilan
selalu berdasar ketentuan hukum yang berlaku (strict law).
Belakangan, penyelesaian arbitrase di Singapura juga mulai populer karena
dianggap memiliki kredibilitas tinggi. Akhirnya Singapura menjadi bukan
saja
tempat bisnis, tetapi juga tempat rujukan penyelesaian sengketa bisnis.
Tidak heran jika kita melihat banyak kontrak bisnis internasional yang
mencantumkan penyelesaian sengketa bisnis di lembaga pengadilan atau
arbitrase di Singapura.
Dalam kondisi seperti inilah kita selalu mendengarkan kotbah tentang
integritas, good governance, good corporate governance, dan Rule of Law
dari
Singapura, baik yang berasal dari pemerintahan maupun pengusaha swasta.
Indonesia sering dikritik sebagai negara yang tak aman untuk berinvestasi
karena ketidakpastian hukum dan merajalelanya korupsi.
Perlu dicatat, pada tahun 2005, menurut survei Transparency International,
Indonesia termasuk negara paling korup di dunia, pada urutan 132 dengan
score 2,2. Bandingkan dengan Singapura yang mendapat score 9,4.
*Uang haram*
Indonesia adalah negara yang tak akan maju jika tidak memperbaiki kondisi
penegakan hukum. Dengan kata lain, Indonesia akan terus terpuruk sebagai
"paria" di antara negara-negara Asia yang sedang berlomba maju seperti
Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam serta Korea Selatan, Taiwan,
Cina, dan India.
Indonesia yang kaya sumber alam dan penduduk hanya menjadi penonton
kemajuan
ekonomi karena sistem pemerintahan yang korup dan tak berkepastian hukum?
Indonesia tak lagi memiliki modal, dan daya beli kian merosot.
Ke mana uang Indonesia mengalir? Ke mana modal Indonesia menghilang? Dalam
kaitan itu, menarik membaca tulisan Netty Ismail, Morgan Stanley's Quit
After Singapore E-Mail (Bloomberg, edisi 5 Oktober 2006). Dalam artikel
itu
dijelaskan, Chief Economist Andy Xie yang telah bekerja sekitar sembilan
tahun pada Morgan Stanley terpaksa atau dipaksa mundur karena sebuah
e-mail
internal yang amat kritis terhadap keberhasilan Singapura yang menurut
Andy
Xie berasal dari uang haram para pejabat dan pengusaha Indonesia yang
dicuci
di Singapura. "Indonesia has no money. So Singapore isn't doing well",
kata
Andy Xie dalam salah satu e-mail-nya.
Maka, Singapura sebetulnya mendulang sukses dari uang-uang haram hasil
penjarahan uang negara Indonesia yang dilakukan pejabat dan pengusaha tak
bertanggung jawab. Tidak heran melihat banyak gedung, apartemen, dan
kantor
yang merupakan investasi orang-orang Indonesia yang oleh pemerintah
Singapura diberikan banyak kemudahan, termasuk pajak dan izin tinggal
(permanent residence), bahkan dalam beberapa kasus diberi kewarganegaraan
Singapura. Beberapa pengusaha Indonesia diketahui memiliki status warga
negara Singapura. Mereka lalu menjadi untouchables karena bukan lagi warga
negara Indonesia.
*Standar ganda*
Apa yang dikatakan Andy Xie bukan barang baru. Banyak orang Indonesia
mengeluhkan hal ini karena melihat Singapura memainkan standar ganda. Di
satu sisi kita sering diberi kuliah tentang good governance, good
corporate
governance, dan Rule of Law, tetapi di sisi lain kita melihat Singapura
tidak membantu Indonesia memerangi korupsi dalam arti membawa koruptor dan
asetnya ke Indonesia.
Assets tracing tampaknya tidak jalan. Padahal banyak ikhtiar politik
dilakukan, tetapi hingga kini tetap mandek. Artinya, biarlah korupsi
terjadi
di negara lain, yang penting bukan di Singapura. Dan Singapura pun
menampung
uang-uang korupsi. Lebih dari itu, jika melihat hasil Bribe Payers Index
2006 yang diterbitkan Transparency International terlihat para pengusaha
Singapura juga melakukan penyiapan dalam bisnisnya di luar negeri meski
tidak separah pengusaha China, India, Rusia, dan Brasil, misalnya.
Akan tetapi intinya adalah, di negeri lain boleh kotor, tetapi kebersihan
di
negeri sendiri harus dipelihara.
Bagi saya, ini amat memilukan karena tidak menggambarkan komitmen kolektif
untuk bersama-sama membersihkan dunia dari korupsi yang diyakini sebagai
persoalan global: karena merupakan kejahatan global. Bagi saya, sikap
Singapura ini saya sebut Singapore Paradox, sikap hipokrit yang tak
membantu
kita keluar dari lingkaran setan korupsi dan pencucian uang yang dahsyat
ini.
Artikel ini tak bermaksud melarang orang berbisnis atau menyimpan uangnya
di
Singapura. Kini, dalam bisnis global, semua itu sah dan tak boleh
dilarang.
Namun, adalah mutlak adil jika Pemerintah Singapura tidak menyediakan
dirinya untuk menjadi tempat "parkir" bagi uang-uang haram dari mana pun
meski keadaan ekonomi akan kian sulit.
Kehendak Pemerintah Singapura untuk membangun kasino juga akan dilihat
banyak orang sebagai kesempatan mencuci uang haram. Pandangan ini tidak
salah karena pasti akan banyak uang haram yang terdampar di meja-meja
judi.
Kita tak akan bisa menutup karena judi akan terus ada dalam berbagai
bentuk,
termasuk judi gelap yang pasti lebih merugikan.
Namun, Singapura bisa berbuat banyak untuk perang melawan korupsi dan
pencucian uang jika pemerintahnya membantu membawa kembali koruptor dan
uang
haram mereka ke negeri ini. Dalam konteks ini, penandatanganan Perjanjian
Ekstradiksi adalah satu langkah awal yang penting. Sayang, Pemerintah
Singapura selalu berdalih, sistem hukum berbeda, maka Perjanjian
Ekstradiksi
sulit diwujudkan. Perlu diketahui, Indonesia sudah menandatangani
Perjanjian
Ekstradiksi dengan Australia yang sistem hukumnya juga berbeda. Agaknya,
perbedaan sistem hukum bukan alasan sebenarnya.
Singapore Paradox sudah waktunya diakhiri jika Singapura bersikap tulus
membantu negara seperti Indonesia untuk menjadi mitra jangka panjang yang
akan saling membantu. Indonesia dan Singapura memiliki masa depan cerah
jika
bisa berjalan bersama. Perjalanan bersama tak akan terhambat karena
berhentinya arus uang haram dari negeri ini.
Bagaimanapun Singapura adalah tempat Indonesia berpaling dalam bisnis di
masa datang. Banyak hal yang dimiliki Singapura, belum dimiliki Indonesia.
Mengapa kita tak melihat masa depan dalam perspektif seperti ini?
Todung Mulya Lubis
*Ketua Transparency International- Indonesia*
Sabtu, 15 November 2008
Kisah seorang raja
Dahulu kala...
Ada seorang raja yang mempunyai 4 isteri.
Raja ini sangat mencintai isteri keempatnya dan selalu menghadiahkannya pakaian-pakaian yang mahal dan memberinya makanan yang paling enak. Hanya yang terbaik yang akan diberikan kepada sang isteri.
Dia juga sangat memuja isteri ketiganya dan selalu memamerkannya ke pejabat-pejabat kerajaan tetangga. Itu karena dia takut suatu saat nanti, isteri ketiganya ini akan meninggalkannya.
Sang raja juga menyayangi isteri keduanya. Karena isterinya yang satu ini merupakan tempat curahan hatinya, yang akan selalu ramah, peduli dan sabar terhadapnya. Pada saat sang raja menghadapi suatu masalah, dia akan mengungkapkan isi hatinya hanya pada isteri kedua karena dia bisa membantunya melalui masa-masa sulit itu.
Dahulu kala...
Ada seorang raja yang mempunyai 4 isteri.
Raja ini sangat mencintai isteri keempatnya dan selalu menghadiahkannya pakaian-pakaian yang mahal dan memberinya makanan yang paling enak. Hanya yang terbaik yang akan diberikan kepada sang isteri.
Dia juga sangat memuja isteri ketiganya dan selalu memamerkannya ke pejabat-pejabat kerajaan tetangga. Itu karena dia takut suatu saat nanti, isteri ketiganya ini akan meninggalkannya.
Sang raja juga menyayangi isteri keduanya. Karena isterinya yang satu ini merupakan tempat curahan hatinya, yang akan selalu ramah, peduli dan sabar terhadapnya. Pada saat sang raja menghadapi suatu masalah, dia akan mengungkapkan isi hatinya hanya pada isteri kedua karena dia bisa membantunya melalui masa-masa sulit itu.
Isteri pertama raja adalah pasangan yang sangat setia dan telah memberikan kontribusi yang besar dalam pemeliharaan kekayaannya maupun untuk kerajaannya. Akan tetapi, si raja tidak peduli terhadap isteri pertamanya ini meskipun sang isteri begitu mencintainya, tetap saja sulit bagi sang raja untuk memperhatikan isterinya itu.
Hingga suatu hari, sang raja jatuh sakit dan dia sadar bahwa kematiannya sudah dekat.
Sambil merenungi kehidupannya yang sangat mewah itu, sang raja lalu berpikir, "Saat ini aku memiliki 4 isteri disampingku, tapi ketika aku pergi, mungkin aku akan sendiri".
Lalu, bertanyalah ia pada isteri keempatnya, "Sampai saat ini, aku paling mencintaimu, aku sudah menghadiahkanmu pakaian-pakaian yang paling indah dan memberi perhatian yang sangat besar hanya untukmu. Sekarang aku sekarat, apakah kau akan mengikuti dan tetap menemaniku?"
"Tidak akan!" balas si isteri keempat itu, ia pun pergi tanpa mengatakan apapun lagi.
Jawaban isterinya itu bagaikan pisau yang begitu tepat menusuk jantungnya.
Raja yang sedih itu kemudian berkata pada isteri ketiganya, "Aku sangat memujamu dengan seluruh jiwaku. Sekarang aku sekarat, apakah kau tetap mengikuti dan selalu bersamaku?"
"Tidak!" sahut sang isteri. "Hidup ini begitu indah! Saat kau meninggal, akupun akan menikah kembali!"
Perasaan sang rajapun hampa dan membeku.
Beberapa saat kemudian, sang raja bertanya pada isteri keduanya, " Selama ini, bila aku membutuhkanmu, kau selalu ada untukku. Jika nanti aku meninggal, apakah kau akan mengikuti dan terus disampingku?"
"Maafkan aku, untuk kali ini aku tidak bisa memenuhi permintaaanmu!" jawab isteri keduanya. "Yang bisa aku lakukan, hanyalah ikut menemanimu menuju pemakamanmu."
Lagi-lagi, jawaban si isteri bagaikan petir yang menyambar dan menghancurkan hatinya.
Tiba-tiba, sebuah suara berkata:
"Aku akan bersamamu dan menemanimu kemanapun kau pergi." Sang raja menolehkan kepalanya mencari-cari siapa yang berbicara dan terlihatlah olehnya isteri pertamanya. Dia kelihatan begitu kurus, seperti menderita kekurangan gizi.
Dengan penyesalan yang sangat mendalam kesedihan yang amat sangat, sang raja berkata sendu, "Seharusnya aku lebih memperhatikanmu saat aku masih punya banyak kesempatan!"
sesungguhnya kita semua mempunyai '4 isteri' dalam hidup kita....
'Isteri keempat' kita adalah tubuh kita. Tidak peduli berapa banyak waktu dan usaha yang kita habiskan untuk membuatnya terlihat bagus, tetap saja dia akan meninggalkan kita saat kita meninggal.
'Isteri ketiga' kita adalah ambisi, kedudukan dan kekayaan kita.
Saat kita meninggal, semua itu pasti akan jatuh ke tangan orang lain.
Sedangkan 'isteri kedua' kita adalah keluarga dan teman-teman kita. Tak peduli berapa lama waktu yang sudah dihabiskan bersama kita, tetap saja mereka hanya bisa menemani dan mengiringi kita hingga ke pemakaman.
Dan akhirnya 'isteri pertama' kita adalah jiwa, roh, iman kita,
yang sering terabaikan karena sibuk memburu kekayaan, kekuasaan, dan kepuasan nafsu.
Padahal, jiwa, roh, atau iman inilah yang akan mengikuti kita kemanapun kita pergi.
Kamis, 13 November 2008
Ingin Kaya? Tingkatkan IQ Finansial Anda!
Anda ingin kaya? Saya yakin semua orang jawabnya pasti “Ya, saya ingin kaya”. Trus apa hubungannya dengan tulisan berikut? Coba Anda simak pesan Robert Kiyosaki dalam bukunya yang terbaru “Increase Your Financial IQ“. Buku tersebut berisi mengenai cara untuk menjadi kaya lebih cepat dan lebih smart dengan mengetahui dasar mengenai kecerdasan finansial (IQ Financial).
Lalu Apa sebenarnya Financial Intelligence (IQ Finansial)? “IQ Finansial bukan sebuah real estate, saham, bisnis, atau uang yang membuat orang lebih kaya”. Kiyosaki menulis bahwa IQ Finansial adalah berkaitan dengan informasi, pengetahuan tentang bagaimana menjadi kaya. Dalam kata lain “kecerdasan finansial adalah bagian dari kecerdasan mental yang berhubungan dengan bagaimana kita mencari solusi masalah keuangan“, sedangkan IQ Finansial berkaitan dengan kuantifikasi dari kecerdasan finansial tersebut.
Anda ingin kaya? Saya yakin semua orang jawabnya pasti “Ya, saya ingin kaya”. Trus apa hubungannya dengan tulisan berikut? Coba Anda simak pesan Robert Kiyosaki dalam bukunya yang terbaru “Increase Your Financial IQ“. Buku tersebut berisi mengenai cara untuk menjadi kaya lebih cepat dan lebih smart dengan mengetahui dasar mengenai kecerdasan finansial (IQ Financial).
Lalu Apa sebenarnya Financial Intelligence (IQ Finansial)? “IQ Finansial bukan sebuah real estate, saham, bisnis, atau uang yang membuat orang lebih kaya”. Kiyosaki menulis bahwa IQ Finansial adalah berkaitan dengan informasi, pengetahuan tentang bagaimana menjadi kaya. Dalam kata lain “kecerdasan finansial adalah bagian dari kecerdasan mental yang berhubungan dengan bagaimana kita mencari solusi masalah keuangan“, sedangkan IQ Finansial berkaitan dengan kuantifikasi dari kecerdasan finansial tersebut.
Sebagai ilustrasi misalnya Si A dan si B berpenghasilan sama 10 juta per bulan. Namun, keduanya dapat memiliki IQ Finansial yang berbeda tergantung dari bagaimana keduanya menggunakan uang tersebut. Misal si A memiliki pengeluaran sebesar 9 juta/bulan dan si B memiliki pengeluaran sebesar 5 juta/bulan dan menginvestasikan 5 juta sisanya, maka si B dapat dikatakan memiliki IQ Finansial yang lebih tinggi.
Lalu, bagaimana IQ Finansial (IQ Intelligence) menurut Kiyosaki? Kiyosaki membagi IQ Finansial menjadi 5 “ukuran”
1. Making more money. Ini diukur dengan seberapa banyak uang atau kekayaan yang dapat Anda hasilkan dalam standar waktu tertentu. Misalnya Si A mampu berpenghasilan 100 juta/tahun memiliki IQ Finansial lebih tinggi dibanding si B yang berpenghasilan 70 juta/tahun.
2. Protecting your money. Setiap Anda mampu menghasilkan kekayaan, Anda dituntut untuk mampu membuat uang tersebut berada di tangan Anda. Salah satu yang menunjukkan tinggi rendahnya IQ Finansial adalah kemampuan Anda memproteksi kekayaan Anda dari “pencuri kekayaan”.
3. Budgetting your money. IQ Finansial ini diukur dari seberapa banyak yang Anda sisakan dari penghasilan setelah dikurangi pengeluaran Anda.
4. Leveraging your money. Pada ukuran ini IQ Finansial diukur melalui besarnya Return on Investmen (ROI) yang Anda lakukan untuk me-leverage kekayaan Anda.
5. Improving your Financial Information. Financial Information bukan hanya mengenai konsep dan pengetahuan dasar tentang uang dan kekayaan, tapi juga berkaitan secara detail mengenai investasi yang Anda lakukan.
Penjelasan lebih detail mengenai masing-masing IQ Finansial.
1. Making more money
Banyak orang gagal dalam memperoleh kekayaan, Kiyosaki mengatakan bahwa banyak orang menginginkan uang atau kekayaan dengan cara tidak bekerja/tidak berusaha. Banyak orang yang ingin memperoleh kekayaan dengan hanya ongkang-ongkang kaki saja, tentu tidak bisa. Sebagian besar orang tidak menyadari bahwa tujuan utama sebenarnya adalah bukan uang tapi proses bagaimana memperolehnya.
Kunci utama memperoleh kekayaan adalah LEARNING (belajar). Anda harus terus belajar tentang yang Anda ingin capai. Semakin banyak belajar, maka semakin banyak kekayaan yang Anda dapat peroleh. Untuk tiap orang proses memperoleh kekayaan tentu berbeda-beda, tergantung dari MIMPI, AMBISI, TUJUAN HIDUP masing-masing. Tapi yang paling penting adalah mencari bagaimana cara terbaik untuk menghasilkan lebih banyak uang/kekayaan, dan kemudian mulai membangun mimpi Anda.
Menurut Kiyosaki, kunci utama menghasilkan lebih banyak uang/kekayaan adalah “Anda harus menyadari bahwa masalah selalu ada, yang terpenting adalah bagaimana Anda mengidentifikasi masalah Anda dan mencari solusi terhadap masalah Anda“.
2. Protecting your money.
Sekali Anda mampu menghasilkan kekayaan. Anda harus mampu memproteksi kekayaan Anda dari “pencuri kekayaan”? Siapa saja mereka, diantaranya adalah birokrat, bisnis dengan manajemen yang salah, bankir, broker, kartu kredit, dan lainnya. Salah satu hal lain yang berkaitan dengan IQ Finansial ini adalah bagaimana bagaimana berpenghasilan tinggi dan membayar pajak lebih sedikit (dengan cara yang legal).
3. Budgetting your money
Melakukan anggaran terhadap uang/kekayaan Anda berkaitan dengan penghasilan dan pengeluaran. Sebagian besar orang mengeluh bagaimana cara melakukan anggaran sedangkan penghasilan sedikit dan pengeluaran banyak. Hanya ada 2 solusi mengatasi hal ini, yaitu tingkatkan penghasilan Anda atau menurunkan pengeluaran Anda.
Kiyosaki menjelaskan bahwa sangat penting untuk membuat anggaran yang surplus. Salah satu caranya adalah membuat saving (tabungan) secara rutin sebagai anggaran pengeluaran, sehingga seolah-olah Anda harus membayar tagihan.
Kiyosaki juga mengatakan bahwa Anda dapat melihat masa depan seseorang dengan melihat bagaimana seseorang tersebut menggunakan waktu dan kekayaannya. “Waktu dan uang adalah asset yang sangat berharga, maka gunakanlah secara bijak“, begitulah nasehat Kiyosaki.
4. Leveraging your money
Anda sudah berhasil melakukan anggaran yang surplus? Tantangan selanjutnya adalah me-leverage surplus tersebut menjadi lebih besar lagi. Sebagian besar orang menyimpan surplus tersebut di Bank. Kiyosaki mengatakan itu salah besar. Selain nilai uang terus menurun karena inflasi, menyimpan uang di bank menjadi pilihan yang bodoh. Ungkitlah uang anda di tempat yang bisa menghasilkan return yang lebih tinggi. Salah satunya adalah melalui bisnis. Kiyosaki menyarankan untuk investasi dalam bidang real estate dan logam (perhiasan), atau hal lain yang dapat Anda kontrol dengan baik.
5. Improving your Financial Information
Warren Buffett adalah satu teladan yang bagus dalam hal ini. Coba simak tulisan sebelumnya. Dia selalu melakukan analisa dan penelitian sebelum mengambil keputusan investasi.
Conton Cara untuk meningkatkan pengetahuan finansial Anda adalah :
- Anda harus memilah dengan baik antara opini dan fakta
- Anda harus melakukan verifikasi terhadap informasi yang Anda peroleh. tidak serta merta mengikutinya.
- Anda harus tahu & paham “the rules”. Jika Anda tidak paham secara detail mengenai investasi yang Anda lakukan, jangan lakukan investasi tersebut.
- Paham mengenai trend yang terjadi. Anda dapat mendapat informasi dari data historis tahun-tahun sebelumnya mengenai bisnis atau hal yang Anda cari.
Kiyosaki mengatakan “Bukanlah asset yang dapat menjadikan Anda lebih kaya, akan tetapi pengetahuan lah yang membuat Anda menjadi kaya”.
Demikianlah, penjelasan Kiyosaki mengenai “Tingkatkan IQ Finansial Anda“. Anda punya opini sendiri? silahkan dikomentari.
Salam sukses.
